Pernah nggak sih kamu berdiri di depan rak suplemen, bingung milih antara Evolene sama Provus? Dua-duanya whey protein lokal, harganya terjangkau, tapi takut salah beli. Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak dari kita pernah di sana, termasuk saya sebagai coach. Mari kita bahas tuntas supaya kamu bisa pilih sesuai kebutuhan, bukan cuma ikut-ikutan trend.

Mengapa Memilih Protein Whey Lokal?

Sebelum masuk ke detail, penting banget kita paham kenapa produk lokal ini layak dipertimbangkan. Evolene dan Provus sudah melewati standar BPOM, jaminan keamanannya jelas. Harganya lebih ramah di kantong dibanding import brand, tapi kualitasnya nggak kalah saing. Plus, dukung produk dalam negeri itu selalu bikin bangga, kan?

Sayangnya, banyak yang masih ragu soal kandungan “murni” dan rasa. Apakah emang sebagus yang diklaim? Kita cek bareng-bareng ya.

Mengenal Evolene Whey Protein Lebih Dekat

Evolene dari Nutrifood ini udah cukup lama jadi andalan banyak atlet amatir. Klaim utamanya: 24 gram protein per sajian dengan harga yang sangat terjangkau. Tapi ada nuansa penting yang perlu dipahami.

Kandungan Protein dan Nutrisi

Per sajian 35 gram, Evolene Whey mengandung sekitar 24 gram protein, 3 gram lemak, dan 6 gram karbohidrat (tergantung varian rasa). Proteinnya berasal dari whey protein concentrate yang prosesnya nggak se-ultra filtered isolat, tapi masih efektif untuk sintesis otot.

Kandungan BCAA-nya sekitar 5 gram per sajian, cukup untuk memicu muscle protein synthesis pasca latihan. Kalori totalnya sekitar 140-150 kcal, ideal untuk yang lagi cutting atau maintenance.

Varian Rasa yang Tersedia

Evolene punya tiga rasa classic: Chocolate, Vanilla, dan Strawberry. Rasa coklatnya yang paling populer, cukup manis dan nggak bikin eneg. Vanilla-nya lumayan versatile buat di-mix dengan buah. Strawberry? Menurut saya, ini yang paling tricky, kadang ada aftertaste yang agak artificial.

Baca:  Bahaya Fat Burner? Pengalaman Saya Menggunakan Hydroxycut Selama 30 Hari

Mengenal Provus Whey Protein Lebih Dekat

Provus dari VNutrition ini lebih baru tapi langsung bikin heboh karena klaim 25 gram protein per sajian dan kandungan lebih “bersih”. Target market mereka yang lebih premium tapi tetap accessible.

Kandungan Protein dan Nutrisi

Per sajian 33 gram, Provus deliver 25 gram protein, 2 gram lemak, dan 4 gram karbohidrat. Beda 1 gram protein mungkin terdengar sepele, tapi ini artinya konsentrasi proteinnya lebih tinggi: sekitar 75% versus 68% di Evolene.

Provus juga menggunakan whey concentrate, tapi dengan cross-flow microfiltration yang katanya bikin kandungan lemak dan laktosa lebih rendah. BCAA-nya sekitar 5,5 gram per sajian. Total kalori sekitar 130 kcal, sedikit lebih rendah.

Varian Rasa yang Tersedia

Provus punya Chocolate, Vanilla, dan Tiramisu. Tiramisu-nya yang jadi favorit banyak orang, unik dan nggak mainstream. Rasa coklatnya lebih dark chocolate, nggak terlalu manis. Vanilla-nya creamy banget, enak buat dijadikan base smoothies.

Perbandingan Head-to-Head: Evolene vs Provus

Mari kita breakdown data konkret supaya nggak ada yang terlewat. Ini tabel perbandingan per sajian yang saya rangkum dari label dan lab test independen beberapa atlet komunitas:

SpesifikasiEvolene WheyProvus Whey
Protein per sajian24 gram25 gram
Ukuran sajian35 gram33 gram
% Protein~68%~75%
Total Kalori145 kcal130 kcal
Karbohidrat6 gram4 gram
Lemak3 gram2 gram
BCAA~5 gram~5,5 gram
Harga per servingRp 8.000-10.000Rp 12.000-15.000

Data ini jelas nunjukkin Provus lebih “murni” dalam artian konsentrasi protein lebih tinggi. Tapi harganya juga 30-40% lebih mahal. Trade-off yang wajar.

Aspek Rasa: Mana yang Lebih Enak?

Ini yang paling subjektif, tapi penting banget buat konsistensi jangka panjang. Karena kalau rasanya nggak enak, kamu nggak akan rutin minum.

Evolene Chocolate itu rasa coklat susu yang familiar, manisnya pas bikin nagih. Cocok buat yang suka rasa comforting dan nggak mau eksperimen. Tapi kadang ada foamy texture kalo di-shake terlalu keras.

Provus Tiramisu adalah game changer. Kaya rasa kopi, coklat, dan vanilla jadi satu. Nggak terlalu manis, lebih sophisticated. Sayangnya, kalo kamu nggak suka kopi, varian ini bisa jadi dealbreaker.

Baca:  Review Creatine Monohydrate Optimum Nutrition: Efek Samping Dan Cara Pakai Yang Benar

Mixability dan Tekstur

Sebagai coach, saya tahu betul frustrasinya shake yang nggak tercampur sempurna. Provus menang di kategori ini. Dengan mesh screen di shaker, dia larut hampir 100% tanpa sisa gumpalan. Teksturnya halus, nggak berpasir.

Evolene butuh usaha lebih. Kalo cuma diaduk dengan sendok, pasti ada gumpalan. Pakai shaker ball dan shake selama 30 detik baru optimal. Teksturnya sedikit lebih kental, kayak susu kental manis cair.

Harga dan Value for Money

Evolene 1 kg dijual sekitar Rp 280.000-320.000, dapet 28-29 servings. Itu artinya per gram protein kamu bayar sekitar Rp 380-400. Sangat ekonomis buat student atau yang budget terbatas.

Provus 1 kg sekitar Rp 400.000-450.000, dapet 30 servings. Per gram protein jadi Rp 530-550. Lebih mahal, tapi kamu bayar untuk kualitas mixing lebih baik dan kandungan lebih “bersih”.

Pilihannya kembali ke prioritas: mau bang for your buck atau mau kenyamanan premium?

Mana yang Cocok untukmu?

Sebagai coach, saya nggak akan bilang satu merek jitu buat semua orang. Ini rekomendasi berdasarkan profil:

  • Pilih Evolene kalau: Kamu pemula fitness, budget terbatas, atau butuh protein tambahan buat daily intake aja. Rasanya familiar dan harganya nggak bikin kantong jebol.
  • Pilih Provus kalau: Kamu atlet semi-pro, lagi cutting ketat, atau sensitif dengan laktosa. Kamu juga akan suka kalo prefer rasa yang nggak terlalu manis dan mixing yang mudah.
  • Alternatif hybrid: Pakai Evolene di hari biasa, Provus di hari heavy training. Kombinasi ini banyak dipakai atlet komunitas.

Catatan Penting dari Coach

Warning: Keduanya mengandung laktosa karena basisnya whey concentrate. Kalau kamu lactose intolerant, siap-siap gas atau perut kembung. Pertimbangkan whey isolat atau konsultasi ke dokter gizi. Juga ingat, suplemen itu supplement, bukan pengganti makanan utama. Prioritaskan protein dari daging, telur, ikan dulu ya!

Jangan lupa cek tanggal kedaluwarsa dan beli dari seller resmi. Banyak produk palsu beredar di pasaran online. Kalau harganya terlalu murah, curiga itu red flag.

Kesimpulan: Nggak Ada Yang Salah

Pilih Evolene atau Provus, keduanya adalah pilihan yang valid dan smart untuk market Indonesia. Evolene itu reliable workhorse, murah dan cukup efektif. Provus itu premium sedan, lebih halus dan efisien. Yang penting, konsistensi minum lebih menentukan hasil daripada mereknya.

Mulai dari yang budgetmu sanggup, rasamu suka, dan rutin 1-2 bulan. Baru evaluasi perubahan di tubuh dan kantongmu. Kalau perlu, coba sample sachet dulu sebelum beli 1 kg. Ingat, fitness itu marathon, bukan sprint. Pilih teman setiamu yang akan menemani jangka panjang. You’ve got this!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Review Member Celebrity Fitness Vs Gold’S Gym: Perbandingan Fasilitas Dan Harga

Pernah nggak sih lu berdiri di antara dua gym, bingung mau masuk…

5 Efek Samping Pre-Workout Murah yang Harus Diwaspadai (Jantung Berdebar & Kulit Gatal)

Anda minum pre-workout sebelum latihan, tiba-tiba jantung berdebar kencang dan kulit terasa…

Review Creatine Monohydrate Optimum Nutrition: Efek Samping Dan Cara Pakai Yang Benar

Sebagai coach, aku sering denger pertanyaan yang sama: “Coach, creatine itu aman…

5 Rekomendasi Susu Protein (Whey) Murah Untuk Mahasiswa (Di Bawah 200 Ribu)

Kamu mahasiswa, dompet tipis tapi pengen punya tubuh yang sehat dan kuat?…